BlackBerry: Kisah Sukses Dan Kegagalan Yang Terus Menerus

Admin | November 28, 2025, 6:56 am | News

BlackBerry Limited (BB) yang dikenal sebagai Research in Motion (RIM) sampai Januari 2013. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang atas kesuksesan dan kegagalan yang ekstrem. Dahulu banyak yang menggap perusahaan ini sebagai pencipta ponsel pintar pertama yang memiliki 41 juta pelanggan BlackBerry di seluruh dunia saat puncaknya di bulan Januari 2010.

Banyaknya platform Android Google dan iOS apple menurunkan popularitas BlackBerry hampir tiga perempat. Harga saham BlackBerry anjlog dari harga tertinggi $147 menjadi sekitar $4 hingga $5 pada Februari 2025

 

Sejarah BlackBerry

Blackberry langsung menjadi kesayangan para pemimpin dunia, petinggi perusahaan, serta orang kaya dan terkenal saat memperkenalkan layanan email ke ponsel genggam dengan keyboard QWERTY mereka yang unik. Memiliki perangkat BlackBerry pernah menjadi simbol status, dan kecanduan Blackberry merupakan hal yang umum.

Dunia nirkabel yang selalu aktif dan terhubung,  yang memungkinkan akses email aman dan handal, ternyata sangat bermanfaat bagi bisnis. BlackBerry merilis Inter@ctive Pager 950 pada tahun 1998 sebagai rilisan pertama BlackBerry yang menonjol. Perangkat ini memiliki layar berukuran kecil, tombol keyboard, dan trackball ikonik yang memungkinkan sinkronisasi tanpa hambatan dan akses berkelanjutan ke email perusahaan. Perangkat ini langung booming dan tak ada yang dapat menghentikannya.

Perusahaan ini memperkenalkan pager 850 pada tahun 1999. Pager ini mendukung “Push email” dari server Microsoft Corp. (MSFT). Blackberry meluncurkan ponsel pintar pertama, yaitu Blackberry 957, pada tahun 2000.

Pendapatan RIM tumbuh dengan cepat dari tahun 1999 hingga 2001. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan oleh perusahaan dan pemerintah. Perusahaan terus memperluas fungsionalitas di BlackBerry Enterprise Server (BES) dan Blackberry OS.

Masa keemasan di tahun 2001 hingga 2007 menandai ekspansi global BlackBerry dan menambahkan produk-produk baru ke dalam portofolionya. Blackberry berekspansi ke pasar konsume setelah berhasil mendapat pijakan di pasar korporat. Seri Blackberry Pearl sangat sukses dan peluncuran lini produk Curve dan Bold selanjutnya mendapat sambutan baik.

 

The Game Changer

Harga saham BlackBerry mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 147 di pertengahan tahun 2008. Apple Inc. (AAPL) telah memperkenalkan iPhone, ponsel layar sentuh pertama, setahun sebelumnya. Blackberry awalnya mengabaikannya, menganggapnya sebagai ponsel canggih dengan fitur-fitur menarik yang ditujukan untuk konsumen muda. Tapi, iPhone sangat sukses, dan ini menjadi awal kehancuran bagi BlackBerry.

Iphone bukan hanya ditujukan untuk perorangan. iPhone berhasil menembus pasar inti BlackBerry dan menarik para pemimpin bisnis. Pasar BlackBerry langsung dibanjiri dengan banyak ponsel pintar serupa yang mendukung email dari produsen lain. Meski demikian, Blackberry berhasil mempertahankan status nya sebagai “perangkat email bisnis”. Orang-orang membawa dua ponsel. Blackberry untuk bisnis dan ponsel pribadi.

Blackbery memperkenalkan storm, ponsel layar sentuh pertamanya, agar menjadi saingan iPhone pada tahun 2008. Tapi, keluhan mulai bermunculan karena kinerja perangkat tersebut setelah penjualan awal yang yang tinggi. Ini pertama kalinya investor, analis, dan media mulai mengkhawatirkan prospek bisnis Blackberry.

 

The Swings

RIM menempati posisi pertama dalam 100 perusahaan dengan pertumbuhan tercepat versi Fortune pada tahun 2009. Comscore melaporkan bahwa RIM memiliki pangsa pasar terbesar (43%) di pasar ponsel pintar AS pada januari 2010. Basis pengguna globalnya mencapai 41 juta pelanggan.

Sayang nya, saat itu merupakan puncak penetrasi pasar RIM di Amerika Serikat. Perusaan terus kehilangan pangsa pasar terhadap sistem operasi pesaing setelahnya, termasuk Apple iOS dan google (GOOG) android, dan tidak pernah mampu untuk bangkit kembali.

BlackBerry tetap meraih kesuksesan global, meski penjualan di AS menurun. Blackberry melaporkan 77 juta pengguna di seluruh dunia selama kuartal tahun 2012, yang menunjukan keberhasilannya di dalam ekspansi global.

Saham menunjukan volatilitas tinggi akibat kerugian lokal dibandingkan kesuksesan global. Tahun paling buruk terjadi di tahun 2011 saat harga saham Blackbery anjlok sekitar 80% di tengah penurunan pangsa pasar. Kerugian pendapatan yang berkelanjutan mengakibatkan penurunan lebih lanjut, yang paling menonjol adalah kerugian kuartal pertama tahun 2014 sebesar $84 juta yang menyebabkan penurunan sekitar 30% dalam harga saha pada hari setelah saham pada hari setelah pengumuman.

 

Kembalinya perusahaan

Volatilitas saham yang tinggi disebabkan oleh beberapa upaya pemulihan, perkembangan perusahaan, rekomendasi analis terkait, dan perkembangan pesaing. RIM mengakuisisi sistem operasi real-time QNX pada April 2010 yang menjadi dasar BlackBerry Tablet OS. Tablet BlackBerry Playbook diperkenalkan pada platform QNX. Namun, tablet ini gagal total karena harganya yang mahal, fitur terbatas, dan kinerja yang buruk.

Ponsel BlackBerry generasi berikutnya diumumkan di tahun 2011, tetapi produk akhirnya, BlackBerry 10, gagal menarik perhatian. Meski demikian, saham perusahaan mengalami kenaikan sebesar 46% antara Oktober dan November 2012 berdasarakan perkiraan sementara bahwa BlackBerry 10 akan melampaui prediksi penjualan. Sahamnya telah naik 12% lagi pada Januari 2013 dan volatilitasnya terus berlanjut.

Perubahan positif yang lebar diamati beberapa kali selama paruh pertama tahun 2014. Rencana-rencana tersebut didasarkan pada pengumuman bahwa BlackBerry sedang bertransformasi dari perangkat seluler menjadi perusahaan solusi seluler. Rencana-rencana tersebut kurang membuahkan hasil yang berarti.

Di tahun 2015, perubahan lain terjadi, Samsung dilaporkan tertarik membeli BlackBerry. Hal ini menyebabkan saham BlackBerry melonjak sebesar 30%. Namun, lonjakan tersebut hanya sementara, karena saham kembali mengalami tren penurunan pada tahun 2015 dan 2016.

Harapan akan perubahan dramatis di BlackBerry telah berulang kali hancur. Sahamnya melonjak hingga penutupan tertinggi di $14,40 oada januari 2018, hampir dua kali lipat nilainya setelah dua tahun mengalami kenaikan. Namun, sahamnya telah kehilangan lebih dari separuh nilai pasarnya sejak saat itu, karena bisnis seluler perusahaan telah dihancurkan oleh persaingan. Perusahaan terpaksa mengalihkan fokus ke upayanya ke segmen lain seperti perangkat lunak perusahaan.

 

Akankah BlackBerry bertahan?

BlackBerry Limite adalah penyedia layanan keamanan siber dan Internet of Things (IoT). sejak pertengahan 2020-an. Bisnis ini secara efektif telah meninggalkan bisnis ponsel pintar. Perusahaan ini menyampaikan laporan tahunan untuk tahun fiskal 2024 pada 29 Feburari 2024 dan melaporkan total pendapatan sebesar $853, dengan pendapatan IoT sebesar $215 juta dan pendapatan keamanan siber $378 juta. Pendapatan bisnis IoT perusahaan perusahaan pada tahun fiskal 2024 menunjukan peningkatan sebeesar $9 juta dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YOY) .

Menugubah pola pikir perusahaan teknologi mungkin, bahkan seringkali perlu. Google dan Meta (sebelumnya Facebook) (META) telah merintis jalan di bidang tersebut. Tapi, blackberry tidak hanya harus bertransformasi. BlackBerry juga harus mengatasi reputasinya sebagai produsen ponsel pintar yang gagal. Waktu akan membuktikan apakah BlackBerry mampu melakukan tugas-tugas ini.

Related

Leave a Reply

Copyright © 2026 Market Ponsel | About | Privacy Policy